Selasa, 07 Mei 2013

Are You a Citizen of the World?


Mencontoh kebiasaan baik dari negara luar buka berarti kita eggak berjiwa nasionalis. Bisa memperbaiki citra bangsa kita dan pastinya bermanfaat buat diri sendiri dan juga orang lain.


Tepat waktu
Terbiasa datang terlambat saat bikin janji dengan orang lain menunjukkan kalau kita enggak menghargai orang itu. Kebayang, dong, capeknya dia menunggu kita atau hal- hal apa saja dia korbankan supaya bisa datang tepat waktu? Mungkin kita berpikir teman yang akan kita temui juga akan terlambat. Karena sama- sama berpikir seperti ini, terlambat pun kebiasaan. Mulai sekarang, pastikan kalau kita sama- sama mematuhi waktu yang telah disepakati. Enggak susah, lho!

Jalan cepat
Kadang kita enggak sadar pas lagi jalan di tempat umum (trotoar, tangga, eskalator, jembatan penyebrangan) kita sering memperlambat langkah dan menutup jalan. Entah karena lagi ngobrol sama teman atau lagi main HP. Hal ini bisa mengganggu orang yang berada di belakang kita. Jalan santai memang enggak ada yang melarang tapi usahakan tetap menyediakan ruang untuk orang lain yang sedang terburu- buru. Misalnya melowongkan jalan di sebelah kanan untuk orang yang ingin mendahului kita.


Membersihkan sendiri sisa makanan di restoran fastfood
Awalnya mungkin kita menganggap ini aneh karena belum menjadi kebiasaan di negara kita. Bisa jadi karena kita menganggap ada pelayan yang akan mengerjakannya. Tapi, bukankah ini ide yang menarik? Selain meringankan kerja pelayan, semakin cepat juga orang bisa duduk dan makan di tempat kita sehingga pelayan resto bisa semakin efektif. Pelayanan efektif ini enggak Cuma menguntungkan si pengusaha resto tapi kita juga sebagai konsumennya.